Kamis, 05 September 2019

Bahaya Tidur Bersama Kucing yang sering Disepelekan


Kucing merupakan salah satu hewan yang dipelihara oleh banyak orang karena kelucuannya. Selain menjadi hewan peliharaan, ternyata kucing juga mampu menjadi teman, lo. Terbukti ketika sang pemilik ingin pergi ke suatu tempat, kucing tersebut akan mengikutinya. Hewan ini juga dikenal penurut, karena dia akan mendengarkan apa yang pemiliknya katakan dan segera menjalankannya.

Untuk itu, banyak orang yang mau memelihara kucing. Bahkan sampai tidur bersama. Namun ternyata, ada beberapa bahaya tidur bersama kucing, serta risikonya jika sampai terkena gigitannya. Dikutip dari laman situs detik.com, berikut ulasannya.

Apa yang akan terjadi jika ini terus berlanjut?


Bagi orang yang sudah terbiasa memelihara kucing, tidak mudah baginya untuk melepaskan kucing-kucing tersebut. Terlebih bagi mereka yang sering tidur bersama kucing, maka harus mengetahui apa saja dampak terburuknya.

Mempengaruhi kualitas tidur


Menurut Steve Weinberg, pendiri 911 VETS, tidur bersama kucing akan membuat kita terjaga pada saat dini hari. Hal ini dikarenakan kucing termasuk hewan nokturnal, dan akan membuat gangguan tidur pada dini hari. Sehingga pemiliknya akan terbangun pada jam yang tidak seharusnya, bisa jauh lebih awal.

Hal ini bisa menjadi kontraproduktif dengan pola tidur kita.

Bisa mencakar kapan saja


Terlebih anak-anak, dia lebih sering bermain bersama hewan daripada orang dewasa. Dan ini yang harus lebih diperhatikan sebagai orang tua. Apalagi anak-anak paling rentan terkena virus dan bakteri, belum lagi bahaya terkena cakarannya.


Risiko terkena beberapa penyakit


Menurut seorang dokter hewan di Petplan Pet Insurance, Jennifer Maniet, terutama kucing yang sering bermain di luar rumah. Maka kucing-kucing tersebut akan lebih berpotensi kena penyakit dari kucing lainnya. Beberapa diantaranya berasal dari apa yang dimakan, seperti nyamuk, kutu, cacing dan yang lainnya.

Dan hewan-hewan yang dimakan tersebut dapat menularkan beberapa penyakit. Bukan hanya yang sering bermain di luar, namun kucing yang di dalam rumah pun juga berpotensi menularkan penyakit.

Risiko terkena infeksi


Selain penyakit, ternyata kucing juga dapat menyebabkan infeksi. Infeksi ini dikarenakan oleh adanya bakteri pada kucing terutama yang sering bermain di luar rumah. Hal ini bisa ditularkan melalui kontak langsung dengan kotoran hewan.

Infeksi ini disebut Salmonellosis, yang dapat menyebabkan beberapa penyakit seperti sakit perut, diare, dan demam.

Penyakit yang diakibatkan oleh gigitan kucing


Masih ingat dengan kejadian seekor anjing milik Bima Aryo yang menggigit ART baru-baru ini? Dilansir dari laman kompas.com, ternyata gigitan kucing sama berbahayanya seperti gigitan anjing. Bahaya bulu kucing memang mengerikan, tapi gigitannya juga tak kalah menyakitkan karena dapat menyebabkan rabies.

Menderita cat scratch fever


Cat scratch fever merupakan sebuah penyakit demam yang diakibatkan oleh terkena cakaran kucing. Sering dianggap sepele, namun ternyata cakaran kucing sama bahayanya dengan gigitannya. Dilansir dari situs SBS Australia, bahwa terdapat sekitar 12 ribu orang AS yang menderita demam ini setiap tahunnya.

Bahaya untuk saluran pernapasan


Bulu kucing yang menggemaskan memang sangat asyik untuk dimainkan. Namun ternyata, bahaya bulu kucing juga dapat menyebabkan penyakit asma dan radang paru-paru. Bahkan bisa sampai pada kematian jika  hal itu terus dibiarkan.

Bahaya bagi ibu hamil


Berdekatan dengan kucing memang berbahaya bagi kita, namun ternyata hal itu jauh lebih berbahaya bagi ibu hamil. Selain berbahaya bagi kesehatan, mendekati kucing juga dapat mempengaruhi kualitas janin.

Dapat menyebabkan kemandulan


Bahkan, tidur sama kucing bisa mandul atau biasa disebut dengan taksoplasma. Taksoplasma merupakan sebuah parasit yang menyebabkan kemandulan atau cacat pada janin. Inilah bahaya bulu kucing yang sering tidak kita sadari.

Nah itulah beberapa bahaya tidur bersama kucing dan risiko dari gigitannya. Jadi bagi Anda yang memelihara, perlu hati-hati dan waspada ya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar